Elegi Bumi Melawan Monster Plastik

Elegi Bumi adalah nyanyian ratapan, yang menyajikan drama penghancuran serta kemerosotan moral dalam cara kita mengelola lingkungan hidup. Bumi sebagai situs hidup beragam makhluk, termasuk manusia, pelan-pelan telah menjadi tua dan lelah. Pohon-pohon meranggas dan hewan-hewan menghirup racun karbondioksida. Deforestasi menjadi bentuk terkejam, yang telah mengeksploitasi alam tanpa memperhitungkan masa depan keberadaan semesta.

Degradasi iklim, salah satunya telah menyebabkan kebakaran hutan yang menahun, disusul banjir dan tanah longsor. Semuanya sesungguhnya akibat ulah manusia, yang kian hari kian rakus. Pragmatisme hidup telah membuat sikap manusia menjadi ekstrem dengan menciptakan bahan-bahan sintetik seperti plastik.

Kini, plastik kita “konsumsi” sehari-hari telah lahir menjadi bencana. Bahan ini membutuhkan lebih dari 400 tahun untuk luluh bersama Bumi. Dalam perjalanan menuju 400 tahun itulah timbul paradoks: Teman sekaligus musuh dalam selimut manusia dan makhluk Bumi lainnya. Pelan tetapi pasti, plastik menjelma menjadi monster paling menakutkan di tengah-tengah kehidupan manusia.

Drama tari karya Legus Studio ini dipertunjukan pada hari minggu 8 Maret 2020 di Taman Hutan Raya Djuanda, Bandung. Menurut produser acara, Refial Fadly, “Drama tari ini bertujuan untuk menggugah kesadaran kita tentang masalah lingkungan hidup, khususnya sampah plastik yang kini menjadi masalah dunia,” (***).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *